Sebaikbaiknya Rencana, adalah Rencana-Nya. Senin, 29 Oktober 2012. Kartu Kredit. Lebih baik, berikan respons berupa, “Saya selalu diperbudak daftar pekerjaan yang saya buat sendiri. Sebab, saya tidak mau pulang sebelum pekerjaan di kantor beres semua.” Ya Allah, jika rizkiku masih di atas langit, maka turunkanlah,

Dimuat di Majalah Ummi, Mei 2017 Awal tahun ini, Allah memberi kami kesempatan untuk merasakan pengalaman yang berbeda. Hampir 11 tahun lamanya hidup bersama dengan pengecualian 1,5 tahun pertama terpisah Jakarta-Bandung, kami pun memulai lembaran baru berjudul “Long Distance Relationship.” Kalau dibanding Jakarta-Bandung dulu sih nggak ada apa-apanya… Plus saat ini, buntut kami sudah 3. Jangan ditanya rasanya 🙂 Tapi skenario Allah ternyata tidak berhenti sampai situ. Setelah 1,5 bulan berjauhan dengan suami, saya baru menyadari kalau Allah telah menitipkan lagi amanah-Nya yang lain. —– Kembali ke 11 tahun yang lalu… Saya menikah semester 6, sehari sebelum ulang tahun ke 20. Setahun setelah menikah, saya pun lulus kuliah. Saat itu beberapa teman, kerabat, mulai bertanya-tanya kapan saya mau punya momongan. Padahal sejak awal kami tidak pernah menunda. Setelah menyelesaikan kuliah, kami mulai hidup bersama. Pertanyaan-pertanyaan dari sekeliling pun makin ramai. Saya dan suami juga mulai periksa ke dokter. Tidak ada masalah dengan suami, sementara saluran tuba saya saat itu agak mampet di satu sisi. Setelah fisioterapi, alhamdulillah semuanya pun normal. Tahun kedua pernikahan, tentu saja pertanyaan “kapan” tidak pernah surut, malah makin banyak. Alhamdulillah Allah memberi saya kekuatan. Setiap ada yang bertanya, selalu saya amin-kan sebagai doa. Tapi tentu manusiawi, kadang ada malam-malam di mana saya menangis di pelukan suami. Tanpa saya tahu, suami ternyata makin giat mendaftar berbagai beasiswa S3 ke luar negeri. Selain memang sudah cita-citanya, ada alasan lain yang tidak saya sangka. Ia ingin menjauhkan saya dari tekanan sekitar mengenai anak yang tidak kunjung hadir. Allah Maha Baik kemudian memberinya beasiswa ke Swedia. Kami lalu sepakat untuk berpasrah pada jalan yang ada di hadapan kami saat itu. Suami lalu memulai studi S3, dan tahun berikutnya saya menyusul S2 di kampus yang sama. We took all the opportunities that we got. Kami jalani semua semaksimal mungkin, agar tak ada waktu kami yang sia-sia. Saya hampir selalu ikut kemana suami pergi jika ada seminar/konferensi di luar, juga sempat mengambil kuliah lapangan di Kenya, Afrika selama 2 bulan dengan ridho suami. Jika ada rezeki, kami juga menikmati liburan berdua saja. We lived our life to the fullest! Allah memang belum memberi kami rezeki anak, tapi jangan sampai kami juga melupakan rezeki-rezeki-Nya yang lain. Di sisi lain, doa-doa tidak berhenti kami panjatkan. Mencoba berbagai saran dan nasihat dalam menjalankan amalan-amalan yang diyakini bisa mempermudah kami untuk memperoleh keturunan. Sampai sepulangnya saya dari Kuliah Lapangan di Kenya, kami pun memutuskan untuk juga mendaftar program bayi tabung. Alhamdulillaah semuanya gratis dari pemerintah Swedia. Rangkaian tes sudah kami lakukan. Saat itu sudah hampir 5 tahun kami menikah. Terpotong liburan musim panas, kami pun mudik ke Indonesia sambil menunggu progres berikutnya. Dua minggu dari Indonesia, saya iseng mencoba testpack, yang selama ini teronggok dan mendekati masa kadaluarsa. Tidak ada ekspektasi, benar-benar sekedar mencoba! Tak disangka, keluar lah garis dua yang selama ini kami tunggu-tunggu. Saat itu kami baru saja sahur di hari ke-27 Ramadhan. Saya lalu menangis sejadi-jadinya. Dalam sujud subuh, tidak henti-hentinya saya bersyukur. Siang harinya, Rumah Sakit menelepon menanyakan jadwal program berikutnya. Saya katakan kalau saya hamil, dan dari seberang sana bisa saya dengar suara suster yang berkali-kali memberikan selamat… Baca juga di my POSITIVE story 🙂 Setelah hadirnya Raya, kami memutuskan untuk tidak menggunakan KB medis. Karena toh riwayat kami untuk punya keturunan juga tidak mudah dan usia pernikahan kami juga sudah masuk tahun ke-6. Maka jadi lah kami menjaga dengan semampu kami. Selain itu, saya pernah berkeinginan kalau anak pertama dan kedua berjarak dua tahun. Keinginan yang sebenarnya tidak pernah diterjemahkan dalam bentuk doa, tapi Allah dengan Maha Kuasa nya mengabulkan! Saya hamil Bita ketika Raya masih berusia 13 bulan. Jadi lah saya melakoni nursing while pregnant sejak saat itu. Alhamdulillaah Allah juga memberi kemudahan hingga akhirnya Raya menyapih dirinya sendiri di usia 21 bulan, 3 minggu sebelum Bita lahir. Prinsip saya, ASI adalah hak anak, maka selama koridor 2 tahun yang dianjurkan, saya akan berusaha semaksimal mungkin. Saya juga fokus pada pikiran positif dan bukan pada penyesalan meski Raya tidak bisa tuntas menyusu. ASI selama 2 tahun memang hak anak, tapi pemberian anak dari Allah juga adalah rezeki yang sudah tertulis di lauhul mahfudz. Allah tidak pernah salah dan saya selalu percaya bahwa DIA akan selalu menggariskan sesuatu sebagaimana kemampuan hambaNya. Jadi yang bisa saya lakukan adalah menjalani segala sesuatunya dengan sebaik dan semampu saya. Baca juga Nursing while pregnant, and then… weaning or tandem nursing? Sementara Alma, bisa dibilang kehadirannya adalah satu-satunya yang kami “rencanakan”. Saat itu kami sudah dalam proses berangkat haji dari Spanyol. Di mana tidak ada larangan bagi ibu hamil untuk berhaji. Lalu saya pikir, jika ingin lancar dalam berhaji sebaiknya saya berangkat dalam keadaan hamil trimester dua, di mana segala sesuatunya sedang nyaman-nyamannya. Maka berhitung lah kami di saat-saat yang ditentukan beberapa bulan sebelum jadwal keberangkatan. Ternyata Allah dengan segala kebaikannya mengabulkan keinginan kami. Saya pun berhaji dalam keadaan hamil Alma 4 bulan. Alhamdulillaah! Baca juga Cerita Haji Hamil dan Berhaji, Mungkinkah? Kalau mengingat itu kembali, sungguh saya malu… Betapa Allah dengan rahasiaNya mengabulkan keinginan-keinginan kami yang bahkan belum tereja dalam doa. Lalu bagaimana dengan datangnya amanah ke-4 ini? Jujur, pada awalnya saya sempat mixed–feeling. Usia Alma belum sampai setahun ketika saya mulai hamil kembali. Jelas saja, ia pun masih full menyusui. Tapi saya lantas mencoba bermuhasabah, mengingat proses dari Raya, Bita, ke Alma hingga akhirnya sampai pada titik kepasrahan bahwa anak adalah hak prerogatif Allah. Dia Yang Maha Tahu. Saya sempat berdiam diri. Tidak berbicara pada siapapun tentang hasil tes kehamilan saya. Bahkan pada suami, yang baru saya sampaikan keesokan harinya. Tapi tentu tak kuat rasanya terus-menerus menyimpan gumpal di dalam dada. Saya lalu berterus-terang, dan tepatnya, curhat dengan suami yang saat itu sudah di perantauan. Mendengar dia yang tetap tenang dan selalu bersyukur, membuat saya juga mencoba mencari jawaban untuk ketenangan. Saya flashback kembali ke memori saat tak henti berjuang mendapatkan Raya. Juga mengingat kembali betapa Allah kemudian memberi jawaban akan keinginan kami atas anak setelahnya. Jadi ketika kemudian kami diberi amanah ke-4 saat Alma anak ke-3 kami masih 10 bulan, maka ini adalah surprise dari-Nya. Sebuah hadiah, yang tidak perlu kami tunggu, karena Allah yang lebih tahu kapan saat yang terbaik. Ini lah hak-Nya, tinggal bagaimana kami berusaha menjalankan kewajiban terhadap-Nya dengan sebaik-baiknya. When it is the time, it’s gonna be the best time. Tugas kita hanya bersyukur dan bersyukur… Dan bukankah Bunda Aisyah RA saja tidak dikarunia keturunan? Padahal beliau menikah sejak muda. Jadi memang ada rahasia Allah yang kita tidak pernah tahu. Ditanya kok nggak hamil-hamil, pernah… Ditanya kapan punya anak laki-laki, pernah… Sampai dikomentari, “Wah udah hamil lagi aja, emangnya nggak KB ya?” juga pernah… 😊 Berapapun kelak jumlah keturunan yang kita punya, apapun jenis kelaminnya, itu semua adalah pertanyaan yang tidak bisa kita jawab melainkan Allah. Jadi kalau sampai kita mempertanyakan hal seperti itu, apa tidak sama saja dengan mempertanyakan ketetapan Allah? ☺ Apalah saya, kami ini dibanding yang Maha Tahu. Masa 5 tahun pertama pernikahan kami lalui hanya berdua, sementara 5 tahun berikutnya sudah bertambah 3 anggota baru. Dan sekarang di tahun ke 11, alhamdulillah sedang menanti yang keempat. Semoga Allah selalu merahmati kita dengan syukur dan kemampuan dalam mengambil hikmah dan menerima amanah-Nya. Doa saya bagi para pejuang positif, bagi para Ibu yang sedang hamil, dan bagi semua yang menginginkan menambah keturunan. Allah lah sebaik-baik pembuat rencana. Mohon doanya pula, agar titipan Allah yang ke-4 ini selalu sehat dan selamat hingga kelak terlahir ke dunia. *Disadur dan ditulis ulang dari Anak Adalah Hak Prerogatif Allah – Teh Riana

BACAJUGA: Harapan. Kamu harus percaya, yakin sepenuhnya tanpa ada keraguan sedikitpun kepada Allah. Bila harapanmu tidak terjadi, bila rencanamu gagal. Yakinlah bahwa Allah akan menggantinya, ingatlah bahwa Allah tahu apa yang paling terbaik bagi kita. “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu
Home QS. Ali 'Imran Ayat 54 وَمَكَرُوۡا وَمَكَرَاللّٰهُ ‌ؕ وَاللّٰهُ خَيۡرُ الۡمَاكِرِيۡنَ Wa makaruu wa makaral laahu wallaahu khairul maakiriin Dan mereka orang-orang kafir membuat tipu daya, maka Allah pun membalas tipu daya. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. Juz ke-3 Tafsir Setelah ancaman yang ditunjukkan secara terang-terangan tidak membawa hasil, maka mereka melakukan gerakan di bawah tanah. Mereka, yakni orang-orang yang mengingkari Nabi Isa dan ajarannya, tidak tinggal diam. Mereka membuat tipu daya secara rahasia untuk menghalangi dakwah Isa. Maka untuk menghadapi mereka sekaligus membela agama yang dibawa rasul-Nya, Isa, Allah pun tidak diam. Dia membalas tipu daya mereka itu sehingga mereka gagal total dalam melaksanakan tipu dayanya. Allah sebaik-baik pembalas tipu daya, bahkan Dia menguat-kan dakwah Isa dengan Rohulkudus Jibril. Sesudah Allah menerangkan tentang kaum Hawariyun, maka dalam ayat ini Allah menerangkan sikap Bani Israil terhadap Isa mereka membuat tipu daya dan bermaksud membinasakannya dengan jalan melaporkan dan memfitnah Isa kepada raja mereka. Tetapi Allah memperdayakan dan menggagalkan tipu daya mereka itu dan mereka tidak berhasil membunuhnya. Isa diangkat ke langit oleh Allah dan diganti dengan orang yang serupa dengannya, sehingga orang-orang yakin bahwa yang disalib itu adalah Isa Balasan Allah mengatasi tipu muslihat mereka, dan menimpakan kesengsaraan kepada orang-orang kafir itu, tanpa mereka perkirakan. Rencana Allah yang tidak diketahui oleh hamba-hamba-Nya, sebenarnya adalah untuk menegakkan sunnah-Nya dan menyempurnakan hikmah-Nya. sumber Keterangan mengenai QS. Ali 'ImranSurat Ali 'Imran yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat Madaniyyah. Dinamakan Ali 'Imran karena memuat kisah keluarga 'Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam a. s., kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam puteri 'Imran, ibu dari Nabi Isa Surat Al Baqarah dan Ali 'Imran ini dinamakan Az Zahrawaani dua yang cemerlang, karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad dan sebagainya.

Namunpada kenyataannya, seseorang tidak bisa lepas dari penyakit hati. Hal ini pun menjadi hal wajar bagi kehidupan manusia. Nah, agar terbebas dari rasa dengki dan iri kamu harus mengetahui 5 cara menjaga hati menurut ajaran Islam. Berikut informasinya: 1. Selalu ingat kepada Allah SWT. Pexels/RODNAE Productions.

“Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” QS 5 105 ManusiaBolehBerencana, Tak terasa waktu memang cepat beralalu, seperti saat ini ternyata kita sudah di penghujung tahun 2018. Tentu masih ingat dong ya rencana-rencana yang ingin kamu capai resolusi 2018, sudah berapa yang tercapai atau bahkan ada yang belum tercapai. Bila masih ada yang belum tercapai, sedangkan kamu sudah berusaha dan berdoa dengan maksimal dan setulus hati. Tak usah sedih, karena sebaik-baik rencana manusia, rencana Tuhan jauh lebih baik. 1. Melepas Lajang di Tahun 2018 Ternyata Masih Tetap Saja Sebagai Wacana, Tenang Karena Jodoh Memang Datang di Saat yang Pas Dengan Orang yang kamu yang sudah beranjak di atas 25 tahun, tentu masalah pendamping hidup menjadi salah satu target yang harus dicapai. Berbagai cara telah dilakukan, namun ternyata nasib juga belum berpihak saja, bukan kamu saja kok yang mengalaminya. Ada saya, mereka dan bahkan kita kaum single yang masih setia terhadap usaha dan doa. Tapi satu hal yang pasti, ingatlah jodoh itu akan datang di saat kita sudah Sahabat Sejati itu Bukan Jaim Bareng, Tapi Main Bareng, Setuju?Sebenarnya di tahun 2014 sampai dengan pertenagahan 2016 saya termasuk golongan anak muda yang hobby melakukan kegiatan tak berfaedah. Yang setiap malam minggungya tak jauh dari bioskop, ngafe dan akhirnya dari pertengahan tahun 2016 saya memulai hobby baru yang lebih bermanfaat yaitu traveling. Dalam dunia travelling travelmate datang silih berganti. Namun, beruntungnya di tahun 2018 saya mendapatkan bebarapa sahabat yang hobby traveling dan menjadi sahabat Menggapai Puncak Gunung Sebenarnya Bukan Sekedar Mendaki, Tapi Bagaimana Cara Kamu Menaklukkan yang hobby traveling, tentu hiking menjadi salah satu agenda rutin yang menyenangkan. Sempat trauma pada tahun 2015 mendaki di Gunung Merapi karena berbagai kejadian di gunung yang tak berpihak. Hingga akhirnya pada tahun 2018 saya memutuskan kembali mendaki dan Alhammdullah 3 gunung tuntas Sindoro di Temanggung, Gunung Lawu si Mistis di Jawa Timur dan Gunung Gede di Jawa Barat, menjadi tiga gunung yang menajdi saksi bisu merekatkan semua persahabatan. Untuk tahun 2019 Merbabu, Sumbing dan Semeru yang akan menjadi rencana pendakian selanjutnya dengan mereka para sahabat sejati Di Penghujung Tahun 2018 Ternyata Berita Buruk Juga Melanda, Tempatku Mencari Nafkah Dalam Keadaan Kurang salah satu karyawan swasta di salah satu perusahaan shipping line nasional. Sebenarnya ini salah satu berita yang tidak menyenangkan bagi kami para bukan masalah yang begitu besar, hanya saja beberapa budget tidak dilaksanakana, seperti outing karena memang kondisi perusahaan sedang mengalami sudah bisa di pastikan bonus akhir tahun tidak seperti tahun sebelumnya yang bisa mencapai 3 kali gaji. Kamu sudah tahu kan berapa rupiah yang tak sudi masuk rekening pada akhirnya?5. Kegagalan Adalah Guru yang Paling Bijak, Jangan Pernah Kecewa Terhadap Kegagalan yang Belum Kamu Capai?Meski pada tahun 2018 ada beberapa kegagalan yang terjadi dalam hidup ini. Percayalah bahwa kegagalan mengajarkan untuk berusaha lebih keras lagi dan berdoa lebih khusyuk lagi. Karena bagaimanapun, sebaik apapun rencana kamu, rencana Tuhan jauh lebih indah untukmu.ManusiaBolehBerencana “ “Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.” ”

Agartujuan pendidikan Islam bisa dicapai sesuai dengan yang diharapkan maka diperlukan adanya manajer yang handal yang mampu membuat perencanaan yang baik, mengorganisir, menggerakkan, dan melakukan control serta tahu kekuatan (strength), kelemahan (weakness), kesempatan peluang (opportunity), dan ancaman (threat), maka orang yang diberi

[TAUSIAH-KU] "Allah Pembuat Rencana Terbaik..." Ketika kau merasa gagal, jatuh, dan apa yang kau dapatkan tak sebanding dengan rasa lelahmu selama ini, bersabarlah. Kuatkan hatimu dan janganlah sampai engkau berprasangka buruk pada-Nya. Karena Dia lah sebaik-baik pembuat rencana. “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui” Qs. Al-Baqarah 216 Wallahu a'lam ➖➖➖➖➖➖➖➖ 👥 Fsiku Fbs Unj 📷 dakwahfsiku 🐤 FSIKU_UNJ 🌍 ➖➖➖➖➖➖➖➖ BahteraKejayaan SharingForUmmah ©Media Center n Public Relation 1440 H TikTokvideo from Novia Yunita (@noviayunita29): ""Dan berencanalah kalian, Allah membuat rencana. Dan Allah sebaik-baik perencana." (QS. Ali Imran: 54) ". Sorai.
Lemahnyamanajemen pendidikan juga memberikan dampak terhadap efisiensi internal pendidikan yang terlihat dari jumlah peserta didik yang mengulang dan putus sekolah. Dari permasalahan-permasalahan tersebut dapat dilihat bahwa belum mengenanya fungsi-fungsi dari manajemen karena kurangnya pemahaman tentang pentingnya fungsi-fungsi manajemen
9A359r.
  • z4dymfz4y8.pages.dev/540
  • z4dymfz4y8.pages.dev/389
  • z4dymfz4y8.pages.dev/214
  • z4dymfz4y8.pages.dev/116
  • z4dymfz4y8.pages.dev/152
  • z4dymfz4y8.pages.dev/24
  • z4dymfz4y8.pages.dev/413
  • z4dymfz4y8.pages.dev/504
  • allah sebaik baik pembuat rencana